Sopir Taksi Online ini disuruh Jemput ke Kuburan China, Lalu ini yang Terjadi Selanjutnya. Ada Aroma Aneh

Setiap pekerjaan tentu memiliki resiko tersendiri. Pun demikian dengan driver taksi online. Terutama bagi para driver yang masih beroperasi hingga larut malam. Mulai dari rawan terhadap kejahatan hingga pertemuan supernatural bisa saja mereka alami.

Seperti pengalaman yang pernah dirasakan seorang sopir Uber ketika ia beroperasi tengah malam, tepatnya pukul 00.17.

Saat itu, ia mendapat orderan yang memintanya untuk menjemput di Gunung Erskine. Lokasi tersebut ternyata merupakan sebuah pemakaman besar yang terletak di George Town, Penang, Malaysia, sebagaimana dilansir tribunnewsbogor.com.

“Ketika saya mengikuti peta ke titik penjemputan, saya menemukan diri di dekat pemakaman China,” katanya.

Tapi karena sudah terlanjur berada di lokasi tersebut, sopir ini pun memutuskan untuk tetap menunggu penumpangnya.

Cukup lama ia menunggu di kelegapan hitam yang mengelilingi mobilnya.

Hingga akhirnya, ‘penumpang’ yang ia tunggu pun tiba. Tapi anehnya, begitu penumpang itu masuk, aroma wewangian pun langsung memenuhi mobilnya.

“Karena saya sudah di sana, saya ingin mendapatkan ongkosnya. Jadi saya menekan pilihan ‘Start Trip’ di aplikasi dan mulai mengemudi,” tuturnya.

Titik drop-off yang ditunjukkan di aplikasi berjarak kurang dari 100 meter yang tidak biasa.

Ia lalu menghentikan mobilnya di titik antar customernya.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya dan keluar dari jalur tadi, dia merasa semakin cemas dan berhenti di sebuah kios bensin beberapa kilometer jauhnya untuk mencuci wajahnya.

“Ketika saya kembali ke mobil, aroma wewangian itu masih ada. Saya curiga ada yang mengikutiku dari pemakaman. Saya memutuskan untuk tidak membuang waktu merasa takut dan tidak pasti. Saya mengucapkan beberapa doa, dan dengan keras mengumumkan bahwa saya akan pulang ke rumah. Jadi tolong tinggalkan mobil saya,” ceritanya.

Lima menit kemudian, aroma mengerikan itu pun langsung hilang.

Meski telah merasakan pengalaman tak menyenangkan seperti itu, tapi diakui oleh sang sopir bahwa ia akan tetap melakoni pekerjaannya itu. Karena baginya, “hantu juga pernah menjadi manusia dan tidak ada yang perlu ditakuti.”

Keberanian sopir tersebut memang patut diacungi jempol, tapi malangnya, saat itu ia hanya mendapat bayaran sekitar 0,85 RM atau kurang dari Rp 3 ribu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*